AKU TAK AKAN MENINGGALKAN MU

Tepuklah dadaku, jangan terlalu lembut tapi juga jangan terlalu kuat. Bukalah selebar mungkin telapak tanganmu, biar lebih luas dan lebar mengenai dadaku yang sempit. Tariklah kerahku, kalau perlu angkatlah daguku dengan jemari lemasmu dan pandangilah terus mataku, terus…, dan jangan berkedip. Salurkan semua energi dalam-mu lewat sorot matamu. Mungkin ini bentuk komunikasi yang paling indah yang kualami selama ini.
Kudengar dengus nafasmu dan kurasakan jantungmu yang berdenyut tak aturan. Itu jelas kurasakan. Bicaralah perlahan-lahan dengan hatiku. Kau akan merasakannya. Merasakan kejujuranku dan sebaliknya kau akan memancarkan keluguan yang tak akan berbohong karena situasi sosial politik yang membaluti kita. Betapa aku akan terus dan tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku sudah kadung dididik oleh jaman untuk bersikap jujur dan apa adanya. Ngugemi janji dan menghormati teman. Tidak seperti yang kau duga belakangan ini, pergi secara tak bertanggung jawab. Ada pertemuan tapi juga ada jeda untuk berpisah. Berpisah tidak identik dengan berhenti. Meski berpisah tapi masih tetap berjalan pertemanan yang sejati. Teman senasib, seperjuangan juga sepenanggungan.
Merah kulit pipimu menyiratkan keharuan, tapi tulang pipimu menampakkan kegigihan menghadapi persoalan. Kernyit dahimu bersama dengan sorot matamu juga begitu, tampak dalam dua wajah yang berbeda, samar-samar terlihat muak dan sedih. Mudah-madahan jatuh pada dugaan feeling-ku yang ke dua. Kernyitmu kadang mengeluarkan kecerdasan tersendiri. Dua aksi bisa kau lakukan sekaligus dalam satu waktu, ketika sebelumnya kernyit dahimu menguat. Meski kau masih menampakkan wajah lugu yang berhimpit dengan dungu. Kau memang teman dalam suka dan duka, dalam sedih, rindu tapi juga dalam kejuangan yang tak akan redup.
Cuaca memang tidak begitu nyaman untuk berkomunikasi mendalam, ngudo roso atau bicara dari hati ke hati, apalagi detik-detik terakhir hubungan petemanan seseorang. Pasti akan sangat berkesan, negatif atau sebaliknya. Angin sangat dingin menyengat tulang dan berair membasahi kulit, uap nafas di mulut bagai asap rokok, di daerah pegunungan memang begitu tapi kali ini lain rasanya. Rasanya ada yang mengganjal tapi tidak jelas. Apa? Mungkin kegalauan perasaan saja, tapi tak bisa kupungkiri bahwa itu mempunyai makna lain.

Begitu permintaanku kepada kang Warso, seorang petani muda yang kurasa paling dekat diantara yang lain, dinamis, enerjik dan maju (progresif). Seakan itu merupakan perpisahanku dengan dia. Perpisahan fisik, psikis dan bahkan politik(s). Tidak. Sekali-kali tidak. Kuteguhkan kepadanya sekali lagi untuk memperlihatkan sikapku kepadanya. Dan nyatanya kupandangi dia, matanya tertunduk serasa akan menyatakan aku percaya padamu, kawan.

Aku tidak membenci waktu yang telah melahirkan perpisahan, tapi aku menghormati proses yang terus berjalan sambil terus menikmati pasang surutnya kobaran semangat kang Warso dan kawan-kawannya dalam gelombang irama kedzaliman kapitalisme.

Dalam keadaan berhimpit genting memang tidak menegakan untuk ditinggal, sementara kang Warso dan kawan-kawannya pasti menghadapi situasi psikilogis politis di titik terendah. Meski aku tidak sendiri, kang Warso lebih tidak sendirian. Besok harus berhadapan dengan kenyataan atas keras dan congkaknya aparat atas aksi selama ini, menggasak lahan mangkrak di sekitaran Perkebunan swasta…, yang justru di saat-saat genting aku tidak bisa bersama mereka….

abdoel_mandanganu….medio januari 09

Diterbitkan di: on Januari 19, 2009 at 7:27 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://abdoelqt.wordpress.com/2009/01/19/aku-tak-akan-meninggalkan-mu/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.